Musim Penerimaan Siswa Baru

Advertisements

“Kreativitas itu diciptakan bukan dilahirkan…” (A. Einstein)

Dunia Anak Kreatif

Dunia anak adalah dunia yang kreatif. Ini bisa kita lihat dari ciri-ciri umum yang dominan pada anak, yaitu : 1. Spontanitas
2. Rasa tahu yang tinggi
3. Suka hal-hal yang baru.

Dari ciri-ciri ini, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya semua anak adalah kreatif. Semua ciri-ciri anak kreatif ini bisa dikembangkan diciptakan.
Seorang tokoh jenius dan kreatif dunia : Albert Einstein pun berkata bahwa :”Kreativitas itu diciptakan bukan dilahirkan”. Einstein berkata seperti itu karena latar belakangnya yang kurang menguntungkan bagi Einstein dan keluarganya.
Jadi bukan semata keturunan seorang anak bisa menjadi kreatif. Namun peran lingkungan dan Anda sebagai orang tua juga sangat berpengaruh bagi perkembangan kreativitas anak.
Untuk mengenali lebih detil tentang ciri anak kreatif, ada beberapa ciri-ciri anak kreatif :
a. Lancar berpikir
Anak bisa memberi banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang Anda berikan. Inilah salah satu kehebatan anak kreatif. Anak mampu memberikan banyak solusi dari sebuah masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan. Dunia ini penuh masalah dan tantangan. Semakin kreatif seseorang, maka ia akan dengan mudah menjawab semua masalah dan tantangan hidupnya dengan kreativitasnya.
b. Fleksibel dalam berpikir
Anak mampu memberi jawaban bervariasi, dapat melihat sutu masalahdalam berbagai sudut pandang (fleksibilitas), sehingga anak akan dengan mudah menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan.
c. Orisinil (asli) dalam berpikir
Anak dapat memberi jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban baru biasanya tidak lazim atau kadang tak terpikirkan orang lain.
d. Elaborasi
Anak mampu menggabungkan atau memberi gagasan-gagasan atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya dengan memperinci sampai hal-hal kecil.
Nah setelah kita mengetahui ciri-ciri tersebut,
– Apakah kita sebagai orang tua mampu untuk mempertahankan kreatifitas anak ?
– Apakah kita menerima segala kelebihan dan kekurangan anak kita dan apakah kita mensugesti mereka bahwa mereka mampu atau sebaliknya ?
– Sudahkan kita memberikan waktu, tempat, kemudahan dan bahan-bahan agar anak ki ta kreatif ?
– Sudahkah kita memberi penguatan terhadap hasil kreasi anak atau justru melemahkannya ?

Sumber : http://pgtk–darunnajah.blogspot.com/2012/02/dunia-aanak-kreatif.html

Tips Mengajar penuh daya tarik by Munif Chatib :

Membangun 18 Nilai Karakter Dalam Sistem Pendidikan Nasional

 

18 Nilai Pendidikan Karakter di Sekolah

by Teach For Indonesia on Sunday, June 19, 2011

Nilai-nilai pendidikan karakter perlu dijabarkan sehingga diperoleh deskripsinya. Deskripsi beguna sebagai batasan atau tolok ukur ketercapain pelaksanaan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. adapun 18 nilai-nilai pendidikan karakter didiskripsikan adalah sebagai berikut:

Tabel 1 Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter

Nilai Deskripsi

  1. Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakanajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinyasebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin:  Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuhpada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguhdalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  6. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan caraatau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7.  Mandiri:  Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung padaorang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis:  Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  10. Semangat Kebang-saan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yangmenempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta Tanah Air: Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkankesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  12. Menghargai Prestasi:  Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untukmenghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/Komuniktif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
  14. Cinta Damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan oranglain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
  15. GemarMembaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagaibacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegahkerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli Sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuanpada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  18. Tanggun jawab: Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugasdan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Ruang Lingkup Pendidikan Karakter (Puskur, 2011: 4) Pendidikan karakter meliputi dua aspek aspek yang dimiliki manusia, yaitu aspek ke dalam dan aspek keluar. Aspek ke dalam atau aspek potensi meliputi aspek kognitif (olah pikir), afektif (olah hati), dan psikomotor (olah raga). Aspek ke luar yaitu aspek manusia dalam konteks sosiokultur dalam interaksinya dengan orang lain yang meliputi interaksi dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Masing-masing aspek memiliki ruang yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter. Penjelasan ruang lingkup pendidikan karakter terdapat pada bagan di atas.

 

Mengemas bahan ajar menggunakan ‘Scene Setting’ dalam apersepsi

pendidikan tidak hanya melulu di ranah kognitif

Pa Munif : Apersepsi

Workshop Langkah Menyusun RPP Berkarakter

Klik Disini Untuk Pendaftaran Online (pendaftaran sudah ditutup)

Ikutilah Workshop Langkah Menyusun RPP Berkarakter
(RPP Kreatif, Efektif dan Kontekstual)

Bersama Pak Munif Chatib
Pakar dan Praktisi Multiple Intelegent
Anggota Tim Penguji KTSP 2014

Tempat: Gedung Negara
Jl. Siliwangi No. 14,
Krucuk – Cirebon

Minggu, 12 Februari 2012
Pk. 08:00-16:00

Dapatkan Manfaat ini…
– Rahasia membuka kelas dengan Apersepsi yang memukau
– Tips mengajar Efektif dengan puluhan Strategi
– Membedah Rpp KTSP 2014 (Eksplorasi – Elaborasi – Konfirmasi)

Investasi: Rp 100.000,- (modul, snack box, lunch, block note, certificate)

Contact Person:
Fitri: 0821 1642 1031
Nurul: 0896 6060 3688

FB: http://www.facebook.com/lenteraawliya

Klik Disini Untuk Pendaftaran Online (pendaftaran sudah ditutup)

Bedah Buku Dan Workshop Gurunya Manusia

Klik Disini Untuk Pendaftaran Online (pendaftaran sudah ditutup)


BEDAH BUKU DAN WORKSHOP

GURUNYA MANUSIA

  • Menjadi pendidik dan pengajar yang menyenangkan
  • Menjelajah kemampuan siswa
  • Menjadi guru yang bercahaya, mampu menyebarluaskan konsep multiple intelligences

RASAKAN MANFAATNYA DI ACARA INI!

Bersama
Munif Chatib

– Pakar & Praktisi Multiple Intelligences
– Penulis buku best seller Sekolahnya Manusia
– Anggota tim penguji Penataan Ulang Kurikulum 2012

Invest Bedah Bukunya Saja = Rp. 50.000
(modul, snack box, certificate)

Bagi calon PESERTA yang ingin Mengikuti BEDAH BUKU DAN WORKSHOP GURUNYA MANUSIA, dengan Invest Rp. 150.000 pendaftaran diperpanjang sampai hari kamis tgl: 17 November 2011.
(modul, snack box, lunch, block note, certificate)

SUSUNAN ACARA BEDAH BUKU “GURUNYA MANUSIA”

Sabtu, 19 November 2011
– 08.00-08.30 Registrasi
– 08.30-09.00 Pembukaan
– 09.00-11.00 Bedah buku “Gurunya Manusia”oleh penulis, yaitu Bapak Munif Chatib, S.H, M.Pd
– 11.00-12.00 Tanya Jawab bersama Bapak Munif Chatib, S.H, M.Pd
– 12.00-13.00 ISHOMA dan Absensi

Untuk yang mengikuti WORKSHOP, berikut susunan acaranya:

– 13.00-16.00 Workshop menjadi “Gurunya Manusia” oleh Bapak Munif Chatib, S.H, M.Pd

Munggu, 20 November 2011

– 08.00-08.30 Absensi
– 08.30-12.00 Lanjutan Workshop “Gurunya Manusia” bersama Bapak Munif Chatib, SH, M.Pd
– 12.00-13.00 ISHOMA dan Absensi
– 13.00-15.00 Lanjutan Workshop “ Gurunya Manusia “ bersama Bapak Munif Chatib, SH, M.Pd

Tempat & Waktu Acara:
Gedung PUSDIKLATPRI
Lt. 3 Ruang VIP
Jl. Cipto M. No. 288
Cirebon

19 – 20 November 2011
Pk. 08:00 – 16:00

Tempat Pendaftaran:

  • Awliya Kids’ Center
    JL. Swadaya No.2
    Perjuangan Majasem
    Cirebon
    Telp. 0231 – 8301555
  • GET – House of English
    JL. Cipto M K no. 63
    Cirebon
    Telp. 0231 – 201606

Contact Person
Sobirin : 0852 9571 1469
Bu Eva : 0819 0990 0247
Bu Nurul : 0896 6060 3688

Penyelenggara: Lentera Awliya Education Care

Klik Disini Untuk Pendaftaran Online (pendaftaran sudah ditutup)

Belajar Itu Mudah ?

Discovering human’s multiple intelligences …

Posted by: munifchatib |

BAGAIMANA KITA MUDAH BELAJAR

Tahukah kita kalau kecepatan otak kita menyerap informasi 1.287 km/jam. Artinya kapasitas dan kemampuan otak kita ini luar biasa. Bill Gates sampai mengatakan otak kita ini adalah raksasa yang tidur. Kenyataanya kita sangat amat teramat belum mampu memaksimalkan otak kita. Sebab jika arus informasi ini lancar, maka kita akan lebih mudah memahami dan belajar apapun.

Sangat pentng, kita sebagai manusia pembelajar untuk mengetahui arus informasi sampai dikelola oleh otak kita. Perjalanan informasi ini sangat menarik untuk divisualiasikan.

Pertama informasi yang di dapat dari indera kita akan melewati batang otak yang disebut otak reptil. Otak reptil ini menguasai dunia fisik. Artinya kalau informasi yang masuk dalam otak kita dan lingkungan kita memuaskan otak reptil kita maka informasi tersebut akan diterima dengan baik. Coba bayangkan anda sedang lapar lalumakan di warung yang panas, bau, dan banyak lalat. Seenak apapun makanan kita, pasti otak reptil kita memerintahkan kita untuk ‘get out from here’. Bandingan dengan kita makan di restoran yang sejuk, asri dan nyaman. Pasti kita nikmat menikmati hidangan.

Setelah informasi tersebut memuaskan otak reptil, maka diteruskan ke otak limbic atau mamalia. Otak limbic ini menguasai dunia emosi. Artinya kita sebagai penerima informasi harus mempunyai kondisi emosi yang stabil. Kita tidak dalam kondisi stress, tertekan, dan tegang. Kondisi emosi kita harus positif, maka otak mamalia akan terpuaskan. Contoh mudahnya, sebagai pelajar berangkat pagi ke sekolah dengan ceria, dapat dukungan dari orangtua, pr sudah dikerjakan. Pasti begitu mengikuti pelajaran di kelas, biasanya lancar. Beda dengan sebelum berangkat sudah dimarahi oranguta, pr belum dikerjakan dan ada masalah dengan teman. Saat menerima informasi dari guru, biasanya tidak lancar.

Setelah lolos dari otak limbic, maka informasi akan masuk ke otak yang disebut neo cortex. Neo cortex ini adalah sang pemikir. Artinya sesulit apapun informasi yang diterima, apabila memuaskan otak reptil, memuaskan otak limbic, maka neo cortex akan mempunyai potensi yang besar untuk menganalisa informasi yang sulit itu.

Jadi bisa disimpulkan, bila kita sebagai pelajar menerima informasi tentang rumus-rumus yang memusingkan akan menjadi mudah kita memahami matematika, bila otak reptil dan otak limbic terpuaskan.

Jadi ada tiga kata kunci yang penting untuk memudahkan kita belajar, yaitu LINGKUNGAN NYAMAN, EMOSI POSITIF, dan KEMAMPUAN BERPIKIR.